Sehari Tanpa Gadget: Membumi

19 Nov 2013

12a13c316158377d0d3b03e169c947bc_no_talking_on_cell_phone_pc_md_wm

Sumber gambar: http://www.presentermedia.com/files/clipart/00003000/3742/no_talking_on_cell_phone_pc_md_wm.jpg

Judulnya keren yah. Saya bilang kembali membumi karena dengan gadget sedikit membuat orang lupa akan kemampuan diri. Kita tahulah dompet atau kacamata ketinggalan, tidak akan membuat seheboh kalau gadget yang tertinggal. Dalam hal ini telepon genggam.

Tapi minggu lalu, saat akan mengikuti peluncuran logo baru suatu produk, telep0n ganggam saya tertinggal. Mulanya saya ingin pulang dan mengambil tapi saya pikir ulang, tidak membawa telepon tidak apa-apa. Ini yang saya lakukan:

1. Kembali ke asal. Dalam tas selalu ada buku tulis kecil dan bolpoin. Sayapun mengisi waktu di atas bis dengan menuliskan draft. Saat ada telepon genggam, saya menuliskan catatan di sana. Tapi tidak ada telepon genggam, saya tetap bisa melakukan apa yang biasa saya lakukan.

2. Sempet gregetan ketika tidak bisa mengambil gambar. Tapi setelah bicara dengan beberapa kawan yang mengambil gambar. Mereka mau men tag saya dan mengijinkan fotonya saya gunakan dalam ilustrasi tulisan saya dengan menyebutkan dokumentasi mereka.

3. Acara usai, saya kembali naik bisa dan pulang. Saya tidak menelpon ke rumah karena anak-anak pasti tahu telepon, mamanya masih teronggok dicharge.

Jadi sehari tanpa gadget bukan masalah besar. Setibanya saya di rumah, saya langsung bebersih diri dan ngobrol dengan anak-anak. Jadi sehari tanpa gadget: Membumi.

Banyak yang bisa kita lakukan tanpa gadget.

1. Kembali membaca informasi dari media cetak/buku. Saya memilih membaca buku. Ada gadget, buku tetap makanan rutin. Tanpa gadget bisa lebih banyak lagi.

2. Meningkatkan frekwensi dan kualitas berhubungan dengan anak. Saat ada telepon genggam, biar di rumahkan tetap aja ada di tangan (sesuai nama) tapi tanpa telepon genggam, saya bisa memeluk anak dengan leluasa. Tanpa diganggu ping! Karena kalau sedang bercengkerama dengan anak (Saya suka “bergelut” dengan kedua anak saya ditempat tidur) begitu ada ping, pasti lihat telepon genggam.

3. Mencoba resep dan dijamin tidak akan gosong.

4. Menyeleksi/merapihkan isi lemari baju dan rak buku.

5. Membacakan buku cerita.

6. Mengembalikan ke pola komunikasi lama, yaitu bertatapan langsung saat bicara. Waktu ada gadget, mulut bicara, telinga medengar tapi mata tak pindah dari gadget.

7. Memperkecil dosa. Disadari atau tidak gadget telah meningkatkan kualitas dan frekwensi membicarakan orang/bergosip.

Banyak hal bisa dilakukan saat tidak ada telepon genggam. Sebagian memang dilakukan walau ada telepon genggam. Tapi tanpa telepon genggam menbuat lebih fokus. Mengatur isi lemari dan rak buku, gampang dilakukan tapi kalau sudah asyik ngobrol, jadi lupa.

Makanya saya bilang tanpa telepon genggam, hidup berjalan seperti biasa, bahkan terkesan merdeka. Soalnya kalau bunyi ping, nggak mungkin nggak di cek ada apa dan dari siap :> Jadi tanpa gadget, saya yakin bisa melalui hari tetap dengan suasana yang menyenangkan. Bahkan kembali meningkatkan kebersamaan dengan keluarga tanpa gangguan.

Tulisan ini ikutan GA keren Sehari Tanpa Gadget di blog Keajaiban Senyuman lhooooo


TAGS


-

Author

Search

Recent Post